KENANGAN BERSAMAMU
Tulisan ini saya rangkai untuk mengantar dan mengenang sahabat saya, rekan kerja, juga saudari saya tercinta Ibu Ruth Mardiana Ratista,S.IP., yang tidak saya sangka-sangka pergi begitu cepat menghadap Sang Pencipta pada tanggal 14 September 2021 pukul 22.23 WIB.
Ibu Ruth Mardiana tercinta, aku berpikir mengapa Tuhan mempertemukan kita? Apakah semua kenangan tentangmu akan terlupa bersama waktu? Lewat berbagai cerita kita di SMA 3, engkau rangkai hari demi hari dengan sapamu yang menghangatkan jiwa.
Sambil kita tunaikan tugas, semua terasa ringan karena senyummu membuat suasana menjadi ceria. Hari-hari yang kadang letih tetap nyaman, karena semangatmu adalah penawar yang luar biasa.
Aku belajar darimu Ibu Ruth Mardiana, tentang perjuangan, tentang belajar, tentang bertahan, tentang keindahan, dan nikmatnya nilai-nilai kehidupan. Berjuang tidaklah harus kaku, muka masam, dan lupa nikmatnya hidup. Justru Ketika kita berjuang, kita juga sedang menikmati kehidupan.
Semangat adalah senyum yang mengembang, prestasi adalah percaya diri, usaha dan kebanggaan. Begitulah aku menangkap bahasa kehidupan yang engkau ekspresikan.
Engkaulah sahabat, dalam senyummu tersirat motivasi hidup. Yang terpancar pada siapapun orang-orang yang mengenalmu. Tawamu adalah pengingat tentang bahagia yang tak boleh lupa, tugas tetap selesai dan nikmati hidup setelah tunai apa yang menjadi tanggung jawab kita.
Engkaulah penenang hati untuk siapapun yang sedang bersedih. Engkau penglipur lara.
Engkaulah tawa ceria di sekolah kami, SMA Negeri 3 Sampit tercinta.
Kini engkau pergi begitu saja.
Bahkan di hari-hari terakhir engkau tetap ceria. Hingga tiba waktunya kau pergi meninggalkan kami dengan banyak kenangan yang tersimpan di hati.
Kami sedih.
Kami kehilangan.
Kami terbayang dan terkenang wajahmu.
Senyummu.
Tapi semua kan tersimpan di relung hati.
Bila Tuhan sudah memanggilmu, kami tak kuasa untuk menahanmu.
Kami ikhlas melepasmu dengan doa dan cinta.
Sayang kami mengiringi kepergianmu, sahabatku.
Rekan kerjaku.
Saudariku tercinta. Ibu Ruth Mardiana.
Kaulah sahabat penenang hatiku. Selamat jalan. Tenanglah di sana, di pangkuan Sang
Pencipta. Amin.
Sahabatmu, Ibu Mindaryati,S.Pd